Pengertian Majas
Menurut KBBI : adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau sebuah kiasan.
Menurut Wikipedia : Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.
Pengertian Majas : Majas adalah suatu gaya bahasa yang berbentuk kiasan/perumpamaan yang digunakan untuk memperindah suatu kalimat baik itu lisan atau pun tertulis dengan memanfaatkan kekayaan bahasa untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak dan pembicaranya
Jenis/Macam-macam Majas
1. Majas Perbandingan
adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan untuk menyatakan perbandingan sehingga meningkatkan kesan dan pengaruh terhadap pembaca atau pendengar. Terdapat beberapa macam majas yaitu
a. Personifikasi
Majas personifikasi ialah gaya bahasa yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati sehingga seolah-olah seperti benda hidup.
Contoh :
Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam
Kabar hoax itu terus terbang hinggap di setiap rumah.
Bulan pun tersipu malu untuk menampakkan kecantikannya.
Angin dingin ini terus saja menusuk tulangku.
Gemercik air hujan menenangkan pikiranku yang lelah seharian ini.
Dedaunan lebat pohon beringin memayungi setiap insan yang berlindung di bawahnya.
Cabe rawit ini serasa membakar lidahku tanpa ampun.
Pena itu menari-nari diatas meja
Angin berbisik lembut menyampaikan salamku padanya
b. Metafora
Majas metafora ialah majas yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama.
Contoh :
Aku ialah angin yang kembara
Perpustakaan adalah gudangnya ilmu, tapi kenapa banyak orang enggan mendatanginya.
Harimau sanga raja hutan siap menerkam mangsa incarannya.
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam perannya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Entah kenapa sedari kecil dia selalu menjadi anak emas ayah dan ibu.
Dewi malam telah pergi keluar dari balik awan
Bumi layaknya perempuan jalang
c. Hiperbola
Majas hiperbola ialah pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga tidak masuk akal.
Contoh :
Harga bahan bakar bensin membumbung tinggi
d. Litotes
Majas litotes ialah ungkapan yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sesungguhnya dengan tujuan merendahkan diri.
Contoh :
Apa yang kami berikan memang tak berarti bagimu
Perjuangan kami hanyalah setitik air di seluruh luas samudera
e. Asosiasi
Majas asosiasi adalah ungkapan yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena persamaan sifat.
Contoh :
Semangatnya keras bagai baja
Wajahnya bagai pinang dibelah dua
Bagai laksana tak bertuan
Wajahnya selalu bersinar terang bagaikan bulan purnama.
Wajah keduanya bagai pinang dibelah dua, sungguh bukti keajaiban Tuhan.
Internet bagaikan pisau bermata dua, dapat berguna tapi dapat juga menjerumuskan.
f. Metonimia
Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang diperguanakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan.
Contoh :
Lidahku digoyang oleh SarimiSotoKoya
LionAir selalu membawaku terbang keliling dunia
g. Eufimisme
Majas eufimisme ialah pengungkapan kata-kata yang dianggap tabu atau dirasa kasar dan mengganti dengan kata-kata lain yang lebih halus atau pantas.
Contoh :
Tunanetra itu berjalan beriringan
h. Alegori
Majas alegori ialah gaya bahasa yang menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Contoh : Imam ialah kemudi dalam mengarungi zaman
i. Alusio
Majas alusio ialah pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
Contoh : Apakah peristiwa Semanggi bisa terjadi lagi disini?
j. Simile
Majas simile ialah pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, laksana, bagaikan, dan lain-lain.
Contoh :
Tatapannya laksana macan menerkam
Keberadaan smartphone saat ini bagaikan pakaian yang selalu melekat di tubuh.
Engkau makan sangat rakus seakan-akan ada orang lain yang ingin merebut makananmu.
Andi dan Anto bagaikan kucing dan tikus yang tidak pernah akur satu sama lain.
Bayi yang baru lahir itu suci bagaikan kertas putih tanpa noda sedikitpun.
k. Sinekdoke
1. Pars pro toto = Majas yang melukiskan sebagian untuk keseluruhan
Contoh :
Ayah meminta kakak untuk angkat kaki dari rumah.
Usahanya berdagang dari pintu ke pintu tidak membuahkan hasil.
Secarik kertas inilah satu-satunya peninggalan ayah.
Sudah seminggu lamanya dia tidak kelihatan batang hidungnya
2. Totum pro parte = Majas yang mengungkapakan seluruh untuk sebagian
Contoh :
SMAN 1 Jakarta menjuarai pertandingan karate se-Riau
Setelah Aceh diguncang gempa, kini Bima diterjang banjir bandang.
Indosiar kembali menayangkan program Golden Memories.
l. Fabel
Majas fabel ialah menyatakan perilaku bintang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
Contoh :
Semut-semut itu saling bekerja sama untuk membawa pulang makanan besar itu
Kucing itu berpikir keras, bagaimana cara terbaik untuk menyantap tikus di depannya
m. Simbolik
Gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan memakai simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
Contoh :
Ran mempertanggungjawabkan perbuatannya di hotel prodeo. (hutan prodeo = penjara)
Keadaan ekonomi yang minus membuat Reni menjadi gelap mata. (gelap mata = hilang kesabaran)
Semua yang dilakukannya menjadi tidak berkah karena menggunakan uang panas. (uang panas = uang tidak halal)
Ungkapan perasaan cinta dengan bunga dan coklat
2. Majas Sindiran
Majas sindiran adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sebuah sindiran terhadap seseorang/sesuatu. Penggunaan majas sindiran ini bertujuan untuk meningkatkan makna dan kesannya terhadap seseorang yang membaca atau mendengar. terdapat beberapa macam majas yaitu :
a. Ironi
Majas ironi adalah majas sindiran yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud untuk menyindir seseorang.
Contoh :
Selera fashionmu bagus sekali. Seluruh pakaian yang kau miliki adalah baju yang sudah ketinggalan zaman.
Otakmu pintar sekali untuk ukuran siswa SMA, soal matematika anak SD saja kau tak bisa mengerjakan.
Kau orang yang terlalu jujur, hingga kau tak sadar kata-katamu sudah menyakiti hatinya
Cepat benar kau datang sehingga undangan telah lama meninggalkan tempat ini.
b. Sinisme
Majas sinisme yaitu majas sindiran yang menggunakan kata-kata sebaliknya, seperti ironi tetapi kasar.
Contoh :
Tak berkata pun aku sudah bosan mendengar ocehan mulutmu.
Sikapmu tadi sungguh tidak sopan, kau tak pantas bersikap seperti itu kepadanya.
Jangan terlalu keras kepala, sekali-kali ikutilah nasehat orang yang lebih tua darimu.
Rasanya ingin kupatahkan kepalamu jika hal seperti ini terus terjadi.
c. Sarkasme
Majas sarkasme ialah majas sindiran yang sangat kasar dan menyakitkan
Contoh :
Dasar buaya!, seenaknya kau perlakukan aku sesuka hatimu
Kau tidak bisa membaca, ya? Sudah jelas ada peringatan lantai licin, kau masih saja berlari.
Kemana perginya tenagamu? Galon yang ringan ini saja tak bisa kau angkat.
Dasar pikun! Baru lima menit yang lalu aku menunjukkan caranya padamu, sekarang kau sudah lupa.
d. Santire
Majas Satire hampir sama dengan majas sarkasme yakni mengungkapkan sindiran dengan kasar dan keras, namun yang membedakan adalah majas satire ini menggunakan kata-kata ungkapan dalam menyatakan sindiran.
Contoh :
Apa saat ini harga gula terlalu mahal? Kopi ini benar-benar tak ada rasa manis sama sekali.
Percuma saja aku memiliki adik yang bertubuh besar, bahkan untuk mengangkat pot bunga ini saja kau tak bisa diharapkan.
3. Majas Penegasan
Majas penegasan merupakan majas atau gaya bahasa yang mengulang suatu kata dengan tujuan untuk menegaskan tentang sesuatu. Penegasan diungkapkan melalui pengulangan kata yang sama namun berbeda makna ataupun kata yang tidak persis sama namun maknanya masih berkaitan. terdapat beberapa macam majas yaitu
a. Pleonasme
Majas pleonasme yaitu majas yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi.
Contoh :
Kucing itu naik ke atas meja
Adik mundur ke belakang
b. Repetisi
Majas repetisi yaitu majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali.
Contoh :
Cinta ialah anugrah. Cinta ialah kesetiaan. Cinta ialah kerinduan. Cinta ialah pengorbanan.
c. Paralelisme
Majas paralelisme hampir sama dengan majas repetisi, tetapi lebih banyak dipakai dalam puisi. Paralelisme dibagi menjadi dua, yaitu anafora dan epifora.
Anafora ialah pengulang kata atau frase yang terdapat di awal kalimat.
Contoh :
Kamu lah segalanya untukku
Kamu lah pujaan hati ini
Kamu lah pelipur keresahan jiwa ini
Epifora ialah pengulangan kata atau frase yang terdapat di akhir kalimat.
Contoh :
Kalau Kamu mau, aku akan datang
Jika Kamu berkenan, aku akan datang
Bila Kamu minta, aku akan datang
d. Klimaks
Majas klimaks ialah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata yang makin lama, makin memuncak pengertiannya.
Contoh :
Psikologi perkembangan mempelajari usia parental, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai usia lanjut.
e. Anti Klimaks
Majas anti klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kata yang makin lama bertambah lemah pengertiannya.
Contoh :
Jangankan seribu atau seratus, serupiah pun aku tak punya.
4. Majas Penegasan Pertentangan
a. Paradoks
Majas ini terlihat seolah-olah ada pertentangan atau majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.
Contoh :
Dia merasa kesepian di antara banyaknya orang yang sedang berpesta
Gajinya besar, tapi hidupnya melarat. Artinya, uang cukup, tetapi jiwanya menderita
b. Antitesis
Majas pertentangan yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti.
Contoh :
Tua muda, besar kecil, semuanya hadir di tempat itu
Besar-kecil, tua-muda, hitam-putih, semua bisa merasakan kebahagiaan bersama di hari raya Idul Fitri.
c. Kontradiksio Interminis
Majas yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah dikatakan semula. Apa yang sudah dikatakan, disangkal lagi oleh ucapan kemudian.
Contoh :
Semuanya sudah hadir, kecuali Si Amir. Kalau masih ada yang belum hadir, mengapa dikatakan “semua” sudah hadir.
Wajahmu sungguh sangat sempurna, tapi sayang banyak jerawatnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar