Sabtu, 09 Mei 2020

Apa itu Reformasi Gereja ? ini dia penjelasannya

halo, kembali lagi dengan saya >//< .. kali ini saya akan membuat materi tentang REFORMASI GEREJA, apa itu REFORMASI GEREJA? bagaiman terjadinya? kenapa ko bisa terjadi?sebabnya apa? biasanya sih yang meteri tentang REFORMASI GEREJA itu masih anak sekolah hehehe :v , oiya saya suga akan mengshare LINK PPTNYA , biar ga capek menyalin yalin .. langsung aja yukk

LINK PPT REFORMASI GEREJA
LINK PPT REFORMASI GEREJA



  • PENGERTIAN REFORMASI GEREJA

Reformasi gereja adalah sebuah upaya perbaikan dan kembali pada ajaran gereja yang lurus, gerakan reformasi berupa sikap kritis terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh pihak Gereja Katoliik pada waktu itu terutama adanya penjualan surat pengampunan dosa (disebut surat aflat).

  • LATAR BELAKANG TERJADINYA REFORMASI GEREJA
- Praktek jual beli indulgensi atau pengampunan dosa oleh Gereja Katolik Roma.
- Praktek simoni atau jual beli jabatan di Gereja Katolik Roma.
- Tuduhan korupsi dan nepotisme di Gereja Katolik Roma
- Skisma barat antara Paus di Roma dan Avignon yang melemahkan wibawa Gereja Katolik Roma
- Munculnya mesin cetak yang membuat Alkitab lebih tersedia bagi kalangan umum.
- Paham humanisme dan renaisan. 

  • APA TUJUAN DARI REFORMASI GEREJA?
Tujuan Adanya Gerakan Reformasi Gereja  adalah untuk mengembalikan fungsi ajaran Katholik

  • PENYEBAB REFORMASI GEREJA
1. Gereja katolik dianggap menyimpang dari ajaran (korupsi,nepotisme,dianggap melakukan jual beli agama.
2. Gereja katolik dianggap menguasai pemimpin negara eropa,sehingga tidak ada pemisahan kekuasaan antara negara dan agama.
3. Hanya kaum rohaniwan yang boleh membaca dan menafsirkan alkitab. Hal ini dianggap tidak adil oleh martin luther.

  • PROSES TERJADINYA REFORMASI GEREJA
Awal terjadinya reformasi gereja ini muncul atau terjadi di Jerman. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya reformasi gereja di Jerman yaitu, sekitar abad 15-16 Jerman masih merupakan negara agraris yang terbelakang dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, kuatnya pengaruh katolisme yang bersifat konservatif di Jerman, banyaknya penjualan surat-surat pengampunan dosa di Jerman melebihi negara-negara Eropa lainnya, sebagian besar rakyat Jerman yang berprofersi sebagai petani yang merupakan kelompok sosial yang paling menderita akibat kekuasaan katolisme salah satunya dengan adanya pajak-pajak yang sangat memberatkan rakyat.
Selain itu juga faktor yang paling mendasari terjadinya reformasi di Jerman adanya fase transisi ekonomi di Jerman dimana pada waktu itu terjadi proses perubahan dari masyarakat feodal menuju masyarakat ekonomi profit atau menuju masyarakat kapitalis.

  • PENYEBAB REFORMASI GEREJA
1 Gereja katolik dianggap menyimpang dari ajaran (korupsi,nepotisme,dianggap melakukan jual beli agama
2 Gereja katolik dianggap menguasai pemimpin negara eropa,sehingga tidak ada pemisahan kekuasaan antara negara dan agama
3 Hanya kaum rohaniwan yang boleh membaca dan menafsirkan alkitab. Hal ini dianggap tidak adil oleh martin luther
  • PERANG INI BERAKHIR DENGAN ADANYA PERJANJIAN WESTFALEN PADA 1648 YANG BERISI
1) Adanya pengakuan kekuasaan atas kedaulatan tiap-tiap negara atau kekuasaan nasional. Perjanjian ini meletakkan penentuan nasib sendiri suatu bangsa.
2) Adanya pengakuan atas kebebasan beragama di tiap-tiap negara. Umat Katolik dan Protestan dinyatakan setara di hadapan hukum. Aliran Protestan yang bernama Calvinisme juga diberikan pengakuan resmi.
3) Adanya pengakuan atas prinsip cuius regio, eius religio, yang berarti tiap negara berdaulat berhak memutuskan sendiri agama resmi mereka. Pilihannya adalah Katolik, Lutheranisme, dan Calvinisme. Pihak yang menganut keyakinan di luar tiga keyakinan tersebut diberi kebebasan untuk menjalankan keyakinannya.

  • PERANG 30 TAHUN 1618-1648
Perang 30 tahun ini dimulai sebagai perang agama katolik roma jerman dan protestan .Perang berkembang menjadi menyangku politik ketika penguasa Habsburg (Australia) berusaha memperluas kendalinya di eropa, sementara sejumlah kekuatan lainnya seperti swedia berusaha membatasinya

  • FASE-FASE PERANG 30 TAHUN
1 Fase pertama adalah fase bohemia (1618-1625) yang di tandai perang bersaudara di bohemia
2 Fase ke 2 adalah Fase bohemia (1625-1630) dimana raja Christian IV dari Denmark berpatisipasi membela kaum Protestan. Jendral perang liga katolik,wallenstein terlalu kuat bagi Christian IV sehingga kekalahan terjadi di pihak protestan
3 Fase ke 3 diawali dengan kedatangan Raja Swedia (1625-1635), Gustavus Adolphus di tanah Jerman. Fase ini disebut dengan fase swedia. 
4 Fase ke empat disebut “Internasionalisasi” Perang 30 tahun,Karena bergabungnya Perancis,belanda,skotlandia, dan sejumlah tentara bayaran Jerman yang di sewa oleh raja-raja protestan Jerman untuk memperkuat kubu serikat protestan

++ FASE 1 dan 2 berlangsung selama 10 tahun,dimana bohemia sepenuhnya menjadi katolik dibawah kekuatan ferdinand II.
++ Sedangkan fase ke 4 berlangsung lama dan disebut ”Stalemate” (Imbang) tidak ada pihak yang menang karena keterbatasan logistik. Situasi “Stalemate” mendesak para penguasa membuat perjanjian damai
  • JALAN DAMAI
Dilakukan perjanjian Westfalen pada tahun 1648. Perundingan diadakan mulai 15 Mei- 24 Oktober Di jerman.Gerakan reformasi gereja ini juga berdampak pada beberapa wilayah di dunia. Banyak negara yang juga terdampak oleh adanya reformasi ini. Kamu bisa lihat pengaruh-pengaruh reformasi gereja terhadap dunia pada Slide Berikut ini
  • PENGARUH REFORMASI GEREJA TERHADAP DUNIA
1 Lahirnya ajaran krisrten protestan dan kristen anglikan. Tokoh pemicu lahirnya kristen protestan adalah Martin Luther dan Kristen Anglikan adalah Henry VII Tudor
2 Menguatnya kedudukan negara serta pemerintahan sekuler. Gereja tidak lagi memegang peranan dalam kedudukan pemerintah,melainkan rakyatlah yang memiliki kedudukan yang lebih kuat.
3 Lahirnya paham egalitarianisme (Kebebasan individu atau suara hati dan kebebasan)

Hingga hari ini, agama Protestan termasuk salah satu agama besar di dunia, berdampingan dengan Katolik


Minggu, 22 Maret 2020

DI/TII JAWA BARAT 1947 PENGERTIAN,LATAR BELAKANG,JALANNYA PERISTIWA,UPAYA PEMERINTAH


DI/TII JAWA BARAT 1947
(Darul Islam Tentara Islam Indonesia)


Pengertian DI/TII 

Negara Islam Indonesia (disingkat NII : juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI yang artinya adalah “Rumah Islam” adalah kelompok islam di indonesia yang bertujuan untuk pembentukan negara islam di indonesia. Ini dimulai pada 7 Agustus 1942 oleh sekelompok milisi muslim, dikoordinasikan oleh seorang politisi muslim radikal, Sekardmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawilgar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Gerakan ini bertujuan menjadikan indonesia sebagai negara demokrasi dengan agama islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa “hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam”, lebih jelas lagi dalam Undang-Undangnya dinyatakan bahwa “Negara Berdasarkan Islam” dan “Hukum yang tertinggi adalah Al-Qur’an dan Hadits”. Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban Negara untuk memproduk Undang-Undang yang berlandaskan syari’at islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Al-Qur’an dan Hadis Shahih.

latar belakang DI/TII 
  1. Perjanjian Renvile
  2. Mengharuskan wilayah Jawa Barat dikosongkan oleh tentara RI
  3. Terjadinya kekosongan militer di Jawa Barat
  4. Adanya celah
  5. Kekecewaan SM Kartosuwirjo terhadap kebijakan Soekarno mengenai faham komunis
  6. Keinginan Darul Islam untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)
Kondisi Bangsa Indonesia pada saat itu

Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi bangsa Indonesia pada waktu itu masih kacau balau,mata uang yang tidak pasti ada 3 mata uang,terjadinya inflasi yang tinggi,blockade ekonomi dari pihak Belanda dan kekosongan kas negara.

Kondisi Politik
Kondisi politik di Jawa Barat masih belum stabil secara umum. Apalagi setelah Perjanjian Renville banyak terjadi penolakan-penolakan yang dilakukan penduduk Jawa Barat. Indonesia masih sibuk dengan serangan yang dilakukan pihak asing. 

Kondisi Sosial
Waktu itu belum stabil dan merasa masih khawatir akan pemberontakan-pemberontakan, akibatnya di beberapa daerah pada awal kemerdekaan terutama Jawa Barat terjadi gejolak sosial yang mengakibatkan terjadinya pertempuran antara pihak Indonesia dan pihak asing yang membonceng sekutu. Yang menimbulkan kecemasan pada rakyat.

Upaya Penumpasan Pembrotakan DI/TII

1. Tempat tinggal pasuka DI/TII ini berada di daerah pegunungan yang sangat mendukung organisasi DI/TII untuk bergerilya.
2. Pasukan Sekarmadji dapat bergerak dengan leluasa di lingkungan penduduk.
3. Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari orang Belanda yang diantaranya pemilik perkebunan dan para pendukung Negara Pasundan.
4. Suasana politik yang tidak konsisten, serta perilaku beberapa golongan partai politik yang telah mempersulit usaha untuk pemulihan keamanan.

Jalannya Peristiwa 

Kartosuwirjo menolak untuk meninggalkan Jawa Barat menuju Yogyakarta sesuai dengan hasil Perjanjian Renville. Bersama pengikutnya yang terdiri dari Lascar Hizbullah dan Sabillilah memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 7 Agustus 1949. Pada saat itu fokus pemerintah Indonesia terpecah dikarenakan dalam waktu yang bersamaan harus menghadapi Belanda. Selain itu medann berupa pegunungan sangat mendukung pasukan Tentara Islam Indonesia (TII) untuk bergerilya.

Upaya Pemerintah

Pada awal nya pemerintahan RI berupaya menyelesaikan pemberontakan melalui jalan damai yaitu mengutus Moh. Natsri untuk mengajak Kartosuwiryo kembali kepangkuan ibu pertiwi, akan tetapi misi damai berujung kegagalan. Oleh karena itu operasi militer di tempuh oleh pemerintah. Operasi Bharatayudha dengan taktik pagar betis berhasil menangkap Kartosuwiryo akhirnya di hukum mati pada tanggal 16 Agustus 1962.

Senin, 02 Maret 2020

CONTOH MAJAS DALAM LIRIK LAGU



Kuburan band lupa lupa ingat (majas tautologi)


Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Lupa, lupa lupa lupa, lupa lagi syairnya
Ingat, ingat ingat ingat, cuma ingat kuncinya

Ingat, aku ingat ingat, cuma ingat kuncinya

Fatin - Jingga (majas personifikasi)

Kita telah bersama sekian lama
Namun 'ku tak lagi merasa rindu yang sama
Cerita kita mengalir ke persimpangan rasa
Kau telah berubah abaikan kisah kita

Gamma One (majas hiperbola)

Hidup segan mati tak mau
Saat aku pisah dari mu
Pahit rasa nya gula
Manis rasa empedu ku rasa

ANDMESH - Ku mau dia (majas hiperbola)

Kuharap semua ini bukan sekedar harapan
Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan
Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya

GEISHA - Remuk jantungku ( majas anafora)

Karena kamu nyawaku
Karena kamu nafasku
Karena kamu jantungku
Karena kamu

MARION JOLA - Jangan ( majas hiperbola)

Hanya dengan sepatah kata
Kau buatku larut dalam cinta
Buat hati menutup mata
Hingga tak melihat kau buaya


VIRGOUN - Surat cinta untuk starla ( majas personifikasi )

'Ku tuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi 'tuk menyuratkan cinta ini


VIRGOUN - Surat cinta untuk starla ( majas hiperbola)

Bila habis sudah waktu ini, tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu
Dan telah habis sudah cinta ini, tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah 'ku habiskan sisa cintaku hanya untukmu
Untukmu hidup dan matiku

JAMRUD - Pelangi di matamu ( majas personifikasi )

Jam dinding pun tertawa,
Karna ku hanya diam dan
Membisu
Ingin kumaki
Diriku sendiri, yang tak
Berkutik di depanmu

LYLA - Percayakan ( majas metafora )

Percayakan aku
Untuk jadi bingkai hatimu
Percayakah kau akan penyair

BCL - Cinta sejati ( majas personifikasi )

Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku

BCL - Cinta sejati ( majas personifikasi )

Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh sukacita
Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu
Cinta kita sejati

Sabtu, 25 Januari 2020

APA ITU MAJAS?



Pengertian Majas 


Menurut KBBI : adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau sebuah kiasan.


Menurut Wikipedia : Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis.


Pengertian Majas :  Majas adalah suatu gaya bahasa yang berbentuk kiasan/perumpamaan yang digunakan untuk memperindah suatu kalimat baik itu lisan atau pun tertulis dengan memanfaatkan kekayaan bahasa untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi penyimak dan pembicaranya



Jenis/Macam-macam Majas

1.  Majas Perbandingan 

adalah gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan untuk menyatakan perbandingan sehingga meningkatkan kesan dan pengaruh terhadap pembaca atau pendengar. Terdapat beberapa macam majas yaitu 


a.    Personifikasi

Majas personifikasi ialah gaya bahasa yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat-sifat manusia kepada benda-benda mati sehingga seolah-olah seperti benda hidup.


Contoh :

Kereta api tua itu meraung-raung di tengah kesunyian malam
Kabar hoax itu terus terbang hinggap di setiap rumah.
Bulan pun tersipu malu untuk menampakkan kecantikannya.
Angin dingin ini terus saja menusuk tulangku.
Gemercik air hujan menenangkan pikiranku yang lelah seharian ini.
Dedaunan lebat pohon beringin memayungi setiap insan yang berlindung di bawahnya.

Cabe rawit ini serasa membakar lidahku tanpa ampun.
Pena itu menari-nari diatas meja
Angin berbisik lembut menyampaikan salamku padanya

b.    Metafora


Majas metafora ialah majas yang melukiskan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atas dasar sifat yang sama atau hampir sama.


Contoh :

Aku ialah angin yang kembara
Perpustakaan adalah gudangnya ilmu, tapi kenapa banyak orang enggan mendatanginya.
Harimau sanga raja hutan siap menerkam mangsa incarannya.
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dalam perannya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Entah kenapa sedari kecil dia selalu menjadi anak emas ayah dan ibu.
Dewi malam telah pergi keluar dari balik awan
Bumi layaknya perempuan jalang

c.    Hiperbola


Majas hiperbola ialah pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga tidak masuk akal.


Contoh :

Harga bahan bakar bensin membumbung tinggi

d.    Litotes

Majas litotes ialah ungkapan yang melukiskan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan artinya dengan kenyataan yang sesungguhnya dengan tujuan merendahkan diri.

Contoh :

Apa yang kami berikan memang tak berarti bagimu
Perjuangan kami hanyalah setitik air di seluruh luas samudera

e.    Asosiasi


Majas asosiasi adalah ungkapan yang membandingkan sesuatu dengan keadaan lain karena persamaan sifat.


Contoh :

Semangatnya keras bagai baja
Wajahnya bagai pinang dibelah dua
Bagai laksana tak bertuan
Wajahnya selalu bersinar terang bagaikan bulan purnama.
Wajah keduanya bagai pinang dibelah dua, sungguh bukti keajaiban Tuhan.

Internet bagaikan pisau bermata dua, dapat berguna tapi dapat juga menjerumuskan.

f.     Metonimia


Majas metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan merek dagang atau nama barang untuk melukiskan sesuatu yang diperguanakan sehingga kata itu berasosiasi dengan benda keseluruhan.


Contoh :

Lidahku digoyang oleh SarimiSotoKoya
LionAir selalu membawaku terbang keliling dunia


g.    Eufimisme


Majas eufimisme ialah pengungkapan kata-kata yang dianggap tabu atau dirasa kasar dan mengganti dengan kata-kata lain yang lebih halus atau pantas.


Contoh :

Tunanetra itu berjalan beriringan

h.    Alegori

Majas alegori ialah gaya bahasa yang menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.


Contoh : Imam ialah kemudi dalam mengarungi zaman


i.     Alusio


Majas alusio ialah pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.


Contoh : Apakah peristiwa Semanggi bisa terjadi lagi disini?


j.     Simile


Majas simile ialah pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, laksana, bagaikan, dan lain-lain.


Contoh :

Tatapannya laksana macan menerkam
Keberadaan smartphone saat ini bagaikan pakaian yang selalu melekat di tubuh.
Engkau makan sangat rakus seakan-akan ada orang lain yang ingin merebut makananmu.
Andi dan Anto bagaikan kucing dan tikus yang tidak pernah akur satu sama lain.
Bayi yang baru lahir itu suci bagaikan kertas putih tanpa noda sedikitpun.

k.    Sinekdoke


1.   Pars pro toto = Majas yang melukiskan sebagian untuk keseluruhan


Contoh :

Ayah meminta kakak untuk angkat kaki dari rumah.
Usahanya berdagang dari pintu ke pintu tidak membuahkan hasil.

Secarik kertas inilah satu-satunya peninggalan ayah.
Sudah seminggu lamanya dia tidak kelihatan batang hidungnya

2.   Totum pro parte = Majas yang mengungkapakan seluruh untuk sebagian


Contoh : 

SMAN 1 Jakarta  menjuarai pertandingan karate se-Riau
Setelah Aceh diguncang gempa, kini Bima diterjang banjir bandang.

Indosiar kembali menayangkan program Golden Memories.

l.    Fabel


Majas fabel ialah menyatakan perilaku bintang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.


Contoh :

Semut-semut itu saling bekerja sama untuk membawa pulang makanan besar itu
Kucing itu berpikir keras, bagaimana cara terbaik untuk menyantap tikus di depannya

m.    Simbolik

Gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan memakai simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.


Contoh : 

Ran mempertanggungjawabkan perbuatannya di hotel prodeo. (hutan prodeo = penjara)
Keadaan ekonomi yang minus membuat Reni menjadi gelap mata. (gelap mata = hilang kesabaran)

Semua yang dilakukannya menjadi tidak berkah karena menggunakan uang panas. (uang panas = uang tidak halal)
Ungkapan perasaan cinta dengan bunga dan coklat


2. Majas Sindiran


Majas sindiran adalah majas atau gaya bahasa yang mengungkapkan sebuah sindiran terhadap seseorang/sesuatu. Penggunaan majas sindiran ini bertujuan untuk meningkatkan makna dan kesannya terhadap seseorang yang membaca atau mendengar. terdapat beberapa macam majas yaitu :


a. Ironi


Majas ironi adalah majas sindiran yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud untuk menyindir seseorang.


Contoh : 

Selera fashionmu bagus sekali. Seluruh pakaian yang kau miliki adalah baju yang sudah ketinggalan zaman.
Otakmu pintar sekali untuk ukuran siswa SMA, soal matematika anak SD saja kau tak bisa mengerjakan.
Kau orang yang terlalu jujur, hingga kau tak sadar kata-katamu sudah menyakiti hatinya
Cepat benar kau datang sehingga undangan telah lama meninggalkan tempat ini.

b. Sinisme


Majas sinisme yaitu majas sindiran yang menggunakan kata-kata sebaliknya, seperti ironi tetapi kasar.


Contoh :

Tak berkata pun aku sudah bosan mendengar ocehan mulutmu.
Sikapmu tadi sungguh tidak sopan, kau tak pantas bersikap seperti itu kepadanya.

Jangan terlalu keras kepala, sekali-kali ikutilah nasehat orang yang lebih tua darimu.
Rasanya ingin kupatahkan kepalamu jika hal seperti ini terus terjadi. 

c. Sarkasme


Majas sarkasme ialah majas sindiran yang sangat kasar dan menyakitkan


Contoh :

Dasar buaya!, seenaknya kau perlakukan aku sesuka hatimu
Kau tidak bisa membaca, ya? Sudah jelas ada peringatan lantai licin, kau masih saja berlari.
Kemana perginya tenagamu? Galon yang ringan ini saja tak bisa kau angkat.
Dasar pikun! Baru lima menit yang lalu aku menunjukkan caranya padamu, sekarang kau sudah lupa.

d. Santire


Majas Satire hampir sama dengan majas sarkasme yakni mengungkapkan sindiran dengan kasar dan keras, namun yang membedakan adalah majas satire ini menggunakan kata-kata ungkapan dalam menyatakan sindiran.


Contoh :


Apa saat ini harga gula terlalu mahal? Kopi ini benar-benar tak ada rasa manis sama sekali.


Percuma saja aku memiliki adik yang bertubuh besar, bahkan untuk mengangkat pot bunga ini saja kau tak bisa diharapkan.

3. Majas Penegasan


Majas penegasan merupakan majas atau gaya bahasa yang mengulang suatu kata dengan tujuan untuk menegaskan tentang sesuatu. Penegasan diungkapkan melalui pengulangan kata yang sama namun berbeda makna ataupun kata yang tidak persis sama namun maknanya masih berkaitan. terdapat beberapa macam majas yaitu 


a. Pleonasme


Majas pleonasme yaitu majas yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu dikatakan lagi. 


Contoh : 

Kucing itu naik ke atas meja
Adik mundur ke belakang

b. Repetisi


Majas repetisi yaitu majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali. 


Contoh : 

Cinta ialah anugrah. Cinta ialah kesetiaan. Cinta ialah kerinduan. Cinta ialah pengorbanan.

c. Paralelisme

Majas paralelisme hampir sama dengan majas repetisi, tetapi lebih banyak dipakai dalam puisi. Paralelisme dibagi menjadi dua, yaitu anafora dan epifora. 


Anafora ialah pengulang kata atau frase yang terdapat di awal kalimat. 

Contoh : 
Kamu lah segalanya untukku
Kamu lah pujaan hati ini
Kamu lah pelipur keresahan jiwa ini

Epifora ialah pengulangan kata atau frase yang terdapat di akhir kalimat. 

Contoh : 
Kalau Kamu mau, aku akan datang
Jika Kamu berkenan, aku akan datang
Bila Kamu minta, aku akan datang

d. Klimaks


Majas klimaks ialah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata yang makin lama, makin memuncak pengertiannya. 


Contoh : 

Psikologi perkembangan mempelajari usia parental, balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, sampai usia lanjut.

e. Anti Klimaks


Majas anti klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut dengan menggunakan urutan kata-kata yang makin lama bertambah lemah pengertiannya. 


Contoh : 

Jangankan seribu atau seratus, serupiah pun aku tak punya.


4. Majas Penegasan Pertentangan



a. Paradoks


Majas ini terlihat seolah-olah ada pertentangan atau majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan.


Contoh :

Dia merasa kesepian di antara banyaknya orang yang sedang berpesta
Gajinya besar, tapi hidupnya melarat. Artinya, uang cukup, tetapi jiwanya menderita

b. Antitesis


Majas pertentangan yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti.


Contoh :

Tua muda, besar kecil, semuanya hadir di tempat itu
Besar-kecil, tua-muda, hitam-putih, semua bisa merasakan kebahagiaan bersama di hari raya Idul Fitri.

c. Kontradiksio Interminis


Majas yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah dikatakan semula. Apa yang sudah dikatakan, disangkal lagi oleh ucapan kemudian.


Contoh :

Semuanya sudah hadir, kecuali Si Amir. Kalau masih ada yang belum hadir, mengapa dikatakan “semua” sudah hadir.

Wajahmu sungguh sangat sempurna, tapi sayang banyak jerawatnya