Minggu, 22 Maret 2020

DI/TII JAWA BARAT 1947 PENGERTIAN,LATAR BELAKANG,JALANNYA PERISTIWA,UPAYA PEMERINTAH


DI/TII JAWA BARAT 1947
(Darul Islam Tentara Islam Indonesia)


Pengertian DI/TII 

Negara Islam Indonesia (disingkat NII : juga dikenal dengan nama Darul Islam atau DI yang artinya adalah “Rumah Islam” adalah kelompok islam di indonesia yang bertujuan untuk pembentukan negara islam di indonesia. Ini dimulai pada 7 Agustus 1942 oleh sekelompok milisi muslim, dikoordinasikan oleh seorang politisi muslim radikal, Sekardmadji Maridjan Kartosoewirjo di Desa Cisampah, Kecamatan Ciawilgar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Gerakan ini bertujuan menjadikan indonesia sebagai negara demokrasi dengan agama islam sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa “hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam”, lebih jelas lagi dalam Undang-Undangnya dinyatakan bahwa “Negara Berdasarkan Islam” dan “Hukum yang tertinggi adalah Al-Qur’an dan Hadits”. Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban Negara untuk memproduk Undang-Undang yang berlandaskan syari’at islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Al-Qur’an dan Hadis Shahih.

latar belakang DI/TII 
  1. Perjanjian Renvile
  2. Mengharuskan wilayah Jawa Barat dikosongkan oleh tentara RI
  3. Terjadinya kekosongan militer di Jawa Barat
  4. Adanya celah
  5. Kekecewaan SM Kartosuwirjo terhadap kebijakan Soekarno mengenai faham komunis
  6. Keinginan Darul Islam untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII)
Kondisi Bangsa Indonesia pada saat itu

Kondisi Ekonomi
Kondisi ekonomi bangsa Indonesia pada waktu itu masih kacau balau,mata uang yang tidak pasti ada 3 mata uang,terjadinya inflasi yang tinggi,blockade ekonomi dari pihak Belanda dan kekosongan kas negara.

Kondisi Politik
Kondisi politik di Jawa Barat masih belum stabil secara umum. Apalagi setelah Perjanjian Renville banyak terjadi penolakan-penolakan yang dilakukan penduduk Jawa Barat. Indonesia masih sibuk dengan serangan yang dilakukan pihak asing. 

Kondisi Sosial
Waktu itu belum stabil dan merasa masih khawatir akan pemberontakan-pemberontakan, akibatnya di beberapa daerah pada awal kemerdekaan terutama Jawa Barat terjadi gejolak sosial yang mengakibatkan terjadinya pertempuran antara pihak Indonesia dan pihak asing yang membonceng sekutu. Yang menimbulkan kecemasan pada rakyat.

Upaya Penumpasan Pembrotakan DI/TII

1. Tempat tinggal pasuka DI/TII ini berada di daerah pegunungan yang sangat mendukung organisasi DI/TII untuk bergerilya.
2. Pasukan Sekarmadji dapat bergerak dengan leluasa di lingkungan penduduk.
3. Pasukan DI/TII mendapat bantuan dari orang Belanda yang diantaranya pemilik perkebunan dan para pendukung Negara Pasundan.
4. Suasana politik yang tidak konsisten, serta perilaku beberapa golongan partai politik yang telah mempersulit usaha untuk pemulihan keamanan.

Jalannya Peristiwa 

Kartosuwirjo menolak untuk meninggalkan Jawa Barat menuju Yogyakarta sesuai dengan hasil Perjanjian Renville. Bersama pengikutnya yang terdiri dari Lascar Hizbullah dan Sabillilah memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 7 Agustus 1949. Pada saat itu fokus pemerintah Indonesia terpecah dikarenakan dalam waktu yang bersamaan harus menghadapi Belanda. Selain itu medann berupa pegunungan sangat mendukung pasukan Tentara Islam Indonesia (TII) untuk bergerilya.

Upaya Pemerintah

Pada awal nya pemerintahan RI berupaya menyelesaikan pemberontakan melalui jalan damai yaitu mengutus Moh. Natsri untuk mengajak Kartosuwiryo kembali kepangkuan ibu pertiwi, akan tetapi misi damai berujung kegagalan. Oleh karena itu operasi militer di tempuh oleh pemerintah. Operasi Bharatayudha dengan taktik pagar betis berhasil menangkap Kartosuwiryo akhirnya di hukum mati pada tanggal 16 Agustus 1962.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar